Asal Usul Desa Mainan

Dahulu kala hiduplah seorang raja yang bernama Singosari yang tinggal di sebuah istana. Beliau memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Pangeran Putra Singosari dan istrinya bernama Dewi Wangi. Mereka bertiga hidup bahagia karena saling menyayangi.
Suatu hari musibah terjadi pada keluarga tersebut. Karena suatu peristiwa yang tragis Dewi Wangi meninggal dunia. Kesedihan yang mendalam dirasakan oleh raja Singosari dan Putranya karena kehilangan orang yang sangat mereka cintai. Sejak ibunya pergi, Putra Singosari selalu terlihat sedih. Raja sangat tidak tega melihat kesedihan putranya. Sepeninggal istrinya, raja pun menikah lagi. Raja berharap kesedihan yang dirasakan anaknya akan hilang.

Apa yang menjadi harapan raja tidak terjadi sama sekali. Perempuan yang dinikahi Raja Singosari sangat tidak menyukai Putra Singosari. Setiap hari putra Singosari dimarahi dan disiksa ibu tirinya. Semua yang dilakukan ibu tirinya tanpa sepengetahuan sang raja.
Suatu hari Putra Singosari disuruh ibu tirinya mencuri uang Raja. Pada saat itu raja sedang pergi. Putra Singosari tidak mau karena ia tahu bahwa mencuri adalah perbuatan yang jahat dan dilarang. Karena tidak mau, putra singosari pun dicambuk dengan sangat kuat.
Setelah beberapa hari pergi, raja pun kembali ke istananya. Setiba di istana, yang pertama kali ia lihat adalah putranya. Ia melihat putranya tidak seperti biasanya. Putranya kelihatan sangat sedih. Ia juga melihat banyak tanda-tanda kemerahan di tubuh anaknya.
“Wahai anakku, mengapa engkau tampak sangat sedih?”
“Tidak ayahnda, hamba tidak sedih.” Jawab Putra Singosari sambil mencoba tersenyum gembira.
“Apakah kau sakit, anakku?”
“Tidak ayahnda. Hamba sehat-sehat saja.”
“Mengapa tubuhmu merah-merah seperti bekas cambukan?”
“Oh, ini cuma luka biasa. Tadi hamba jatuh dari pohon.”
“Lain kali hati-hati ya, Nak. Ayahnda tidak ingin kamu celaka. Ayahnda tidak ingin melihat kamu sedih.”
“Baik, ayahnda. Hamba berjanji akan lebih berhati-hati,” jawab Putra Singosari. Sebenarnya Putra Singosari ingin sekali mengungkapkan kejadian yang sebenarnya, tetapi ia tidak berani. Ia takut nanti akan mendapat perlakuan yang lebih sadis dari ibu tirinya.
Suatu hari terjadi peperangan di sebuah desa yang letaknya sangat jauh dari wilayah kekuasana raja Singosari. Peristiwa ini mengharuskan raja untuk pergi ke wilayah peperangan itu untuk membantu desa tersebut.Kali ini kemungkinan raja akan pergi cukup lama. Sebelum berangkat, ia menemui anaknya dan berpesan, “Jagalah dirimu baik-baik anakku. Ayahnda tidak ingin melihatmu sedih apalagi sakit. “
“Baik ayahnda, Hamba berjanji akan baik-baik saja.” Jawab Pangeran Putra Singosari padahal dalam hati ia merasa sangat sedih. Selama ayahndanya pergi pasti ia akan mengalami hari-hari yang sangat menyakitkan.
Kepergian Raja Singosari membuat ibu tirinya leluasa beraksi. Ibu tirinya langsung memerintah anak tirinya sekehendak hatinya. Ibu tirinya memperlakukan Pangeran Putra Singosari tak ubahnya seperti pembantu. Kalau yang dikerjakan Pangeran tidak sesuai , pukulan dan siksaan akan diterima pangeran. Lama-kelamaan Pangeran tidak sanggup lagi. Ia pun pergi dari istana.
Kepergian Putra Singosari dari istana mengejutkan semua pegawai istana. Mereka pun sibuk mencari pangeran ke mana-mana. Akan tetapi, pangeran tetap tidak ditemukan. Ibu tiri pangeran sangat senang mengetahui pangeran tidak ditemukan. Ia malah berharap pangeran sudah mati dimakan binatang buas. Kematian pangeran melicinkan rencananya untuk menguasai semua harta Raja Singosari.
Di luar istana Putra Singosari berjalan keluar masuk hutan. Ia tak tahu mau ke mana, hingga suatu hari sampailah ia di sebuah desa. Desa yang didatangi Putra Singosari terbagi dua, yakni sebelah ulu dan sebelah ilir. Ia pun menginap di salah satu rumah penduduk. Penduduk di sana ramah-ramah. Mereka tidak keberatan menerima Putra Singosari. Putra Singosari pun bertahun-tahun tinggal di desa tersebut hingga ia tumbuh menjadi pemuda yang gagah berani dan suka menolong.
Desa sebelah ilir banyak dihuni setan. Desa sebelah ilir selama ini menjadi tempat tempat bermain setan-setan. Setan juga suka mengganggu penduduk desa. Penduduk desa hidup dalam ketakutan. Karena tidak tahan selalu diganggu, mereka pun meminta bantuan Putra Singosari yang sudah terkenal gagah berani dan suka menolong untuk mengusir setan. Putra Soingosari bersedia membantu penduduk.
Dengan gagah berani Putra Singosari berjuang mengusir setan hingga setan -setan itu berlarian. Sejak saat itu setan-setan tidak lagi berani mengganggu penduduk. Karena pernah menjadi tempat bermain setan, desa itu diberi nama Desa Mainan. Di desa itulah Putra Singosari bertemu dengan ayahnya. Raja Singosari pun akhirnya menetap di Desa Mainan dan mereka hidup bahagia. Desa mainan terletak di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Adapted by : http://www.wardana-soft.blogspot.com


Read Users' Comments ( 0 )

Putri Biyuku

Pada zaman dahulu, di sebuah hutan berdirilah sebuah kerajaan yang sangat megah. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang selalu bertindak semena-mena. Ia selalu berbuat tidak adil dan senantiasa mementingkan dirinya sendiri. Karena itu, rakyat sangat membenci rajanya. Akan tetapi, dia mempunyai isteri yang sangat baik hati dan selalu patuh pada perintahnya. Sang istri memahami bahwa Raja bersikap dan berperilaku buruk dikarenakan raja sangat menginginkan keturunan. Setelah sekian lama menikah, mereka belum dikaruniai anak satu pun. Istrinya merasa bersalah karena dia tidak bisa memberikan keturunan kepada suaminya.

Suatu hari istri Raja jatuh sakit. Raja begitu mencemaskan keadaan isteri karena ia sangat mencintai istrinya. Raja pun memanggil tabib kerajaan untuk memeriksa istrinya. Setelah memeriksa keadaan istri raja, tabib kerajaan mengucapkan selamat kepada Raja. Ternyata, istri raja tidak sakit, melainkan sedang hamil. Raja begitu terkejut mendengar kehamilan istrinya. Tentu saja raja menjadi sangat senang karena dia akan mempunyai keturunan. Raja merayakan kegembiraannya dengan mengadakan pesta besar-besaran bersama rakyatnya. Semua orang bahagia dalam pesta itu.
Selama istrinya hamil,Raja semakin menyayangi istrinya. Hampir setiap hari Raja memegang perut istrinya. Ia seakan tidak sabar menanti kelahiran anaknya dan ia sangat menginginkan anak laki-laki. Semua persiapan untuk kelahiran dipersiapkan oleh dayang-dayang kerajaan.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Semua rakyat berkumpul untuk menyaksikan calon pemimpin mereka. Raja begitu terkejut dan kecewa bahwa yang lahir adalah perempuan bukan laki-laki, tetapi Raja tidak ingin merusak kebahagian istri dan rakyatnya. Raja menyadari harus bersyukur walaupun anak yang dilahirkan istrinya tidak seperti yang diinginkannya selama ini. Raja menamai anak perempuannya Putri Biyuku. Putri Biyuku artinya putri kura-kura karena pada saat putri dilahirkan muncul segerombolan kura-kura yang sangat besar di luar istana. Kura-kura itu ikut menanti kelahiran Putri Biyuku. Setelah Putri Biyuku lahir, segerombolan kura-kura itu pun pergi meninggalkan kerajaan.
Setelah anaknya lahir, sikap dan perilaku Raja berubah. Raja itu menjadi yang adil, bijaksana, dan selalu mementingkan kemakmuran rakyatnya. Perubahan sikap Raja itu dikarenakan ia telah dikaruniai keturunan yang sangat cantik jelita. Putri Biyuku sangat dimanja oleh kedua orangtuanya.
Seiring berambahnya waktu, Putri Biyuku tumbuh menjadi gadis remaja. Tidak disangka-disangka, Putri Biyuku mewarisi sifat-sifat buruk ayahnya. Raja juga tidak tinggal diam, dia terus berusaha agar anaknya dapat mengubah sifat buruknya.
Suatu hari Raja membuat sayembara untuk mencarikan jodoh anaknya. Raja berharap Putri Biyuku akan mengubah sifatnya. Banyak laki-laki yang mengikuti seyembara tersebut. Akan tetapi, selain menolak,Putri Biyuku juga menghina semua laki-laki yang berminat dengannya. Hingga suatu hari datanglah seorang pemuda yang mukanya sangat buruk dan dari golongan orang miskin. Pemuda itu datang ke kerajaan untuk mengikuti sayembara. Perlakuan yang sama juga didapatkannya. Bukan hanya cacian tapi juga pukulan diterima oleh pemuda itu. Tiba-tiba sosok pemuda itu berubah jadi pemuda yang sangat tampan. Ternyata, pemuda itu adalah seorang pangeran yang sengaja turun ke bumi untuk menyadarkan Putri Biyuku atas semua perilaku buruknya. Perbuatan buruk Putri Biyuku tidak dimaafkan lagi. Pangeran pun menyihir Putri Biyuku menjadi kura-kura.
Raja sangat sedih melihat anak yang sangat disayanginya telah berubah menjadi kura-kura. Namun, apa daya, Raja tidak bisa berbuat apa-apa. Ia berusaha mengikhlaskannya. Putri Biyuku pun pergi ke sungai yang ada di dalam hutan dan tidak kembali lagi untuk selama-lamanya. Karena begitu sayang dengan putrinya dan untuk mengenang Putri kesayangannya, Raja menamai hutan tempat putrinya tinggal dengan nama hutan Biyuku. Karena Raja tidak mempunyai keturunan untuk meneruskan kepemimpinannya, lambat laun kerajaan itu pun runtuh. Hutan Biyuku sekarang menjadi sebuah desa yang bernama Desa Biyuku. Desa Biyuku terletak di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Adapted By : http://www.wardana-soft.blogspot.com


Read Users' Comments ( 0 )

Munai Sang Srikandi

Alkisah tersebutlah cerita tentang kekejaman bajak laut di Selat Malaka yang terkenal sejak zaman Hangtuah. Wilayah kekuasaan bajak laut atau yang disebut Lanun telah menyebar sampai ke perairan Kesultanan Palembang. Sebelumnya, Puyang Beremban Besi seorang tokoh masyarakat di daerah Banyuasin pernah menumpas para bajak laut ini, sayangnya Lanun atau bajak laut yang masih hidup dilepas begitu saja pulang ke tempat asalnya. Dari cerita-cerita tersebutlah, entah generasi ke berapa para Lanun atau Bajak Laut datang kembali dengan kekuatan penuh dengan persenjataan yang lengkap mendatangi dusun Talang Gelumbang yang sudah aman, tentram dan damai, dengan tujuan merapas harta kekayaan penduduk di wilayah tersebut.



Sejak awal berdirinya dusun Talang Gelumbang telah mempunyai perangkat dusun berupa Pemimpin Keamanan, Pemimpin Kemasyarakatan, dan Pemimpin Adat. Di bawah kepemimpinan perangkat dusun inilah, mereka bebas berusaha, bertani, dan merantau meninggalkan kampung halaman untuk mencari nafkah. Ternyata kedamaian di dusun tersebut terusik dengan datangnya bajak laut atau Lanun yang sangat kejam dan berilmu sakti bernama Minak Raden.
Inilah awal perjuangan sang Srikandi Munai.

Munai adalah seorang gadis biasa yang berasal dari keluarga terhormat, dia adalah putri dari Thalib Wali pemimpin dusun Talang Gelumbang. Menurut cerita ia adalah gadis yang sangat cantik di dusun tersebut, kulitnya putih kuning dan rambutnya panjang ke lutut.
kecantikannya sudah menjadi buah bibir orang dusun tersebut, bahkan terdengar sampai ke dusun sekitar. Perihal kecantikannya Munai pun sudah diketahui keluarga Kesultanan Palembang. Salah satu Pengeran bermaksud meminang Munai untuk dijadikan sebagai selir, dan rencana ini pun ditentang dan ditolak oleh orang tua Munai, yaitu Thalib Wali yang dikenal sebagai orang yang sakti. Thalib Wali sadar bahwa penolakkanya terhadap keluarga kesultanan untuk menjadikan anaknya sebagai selir akan membawa petaka. Oleh karena itu, langsung saja diterima ayahnya. Sejak saat itu Munai resmi bertunangan. Keesokkan harinya ayah Munai Thalib Wali pergi ada urusan ke dusun seberang.

Menurut tradisi atau adat istiadat setempat, apabila seorang perempuan sudah dipertunangkan harus mematuhi ketentuan adat, yakni 'Ayam Sikok Belumbung Duo' artinya keluarga kedua belah pihak harus menjaga calon pengantin terutama perempuan, ia tidak diperkenankan mandi sendirian ke sungai, tidak diperkenankan masuk hutan dan pantangan-pantangan lainnya, apabila ingin pergi hajatan ia harus di temani kawan-kawan remajanya termasuk kebiasaan menjemur padi, menumbuk padi dan sebagainya. Seperti biasanya Munai dan remaja lainnya sedang menjemur padi, sedangkan tunangannya bekerja di sekitar dusun itu juga membelah kayu atau puntung untuk digunakan sebagai bahan bakar persedekahan. Pada saat itulah orang-orang berlarian, berteriak, "Ada Lanun" alis Perampok Bajak Laut.

Para bajak laut itu datang dengan rombongan lebih kurang 150 orang yang dipimpin oleh Minak Raden memasuki dusun Talang Gelumbang, mereka masuk ke rumah-rumah menyendera laki-laki dan perempuan serta merampas harta benda yang ada. Laki-laki diikat dan disiksa sedangkan perempuan dikumpulkan pada suatu tempat. Akhirnya para Lanun datang ke tempat Munai dan kawan-kawannya. Betapa terkejutnya Minak Raden melihat kecantikkan Munai yang menurutnya tidak ada bandingannya, lalu ia berkata "Rupanya ada bunga rupawan di sini, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan akan kujadikan istriku",
mendengar perkataan Minak Raden, tunangan Munai menjadi naik pitam, marah dan langsung mengayunkan kapak pembelah kayu ke arah Minak Raden, tapi Minak Raden tidak terluka. Melihat kejadian tersebut anak buah Minak Raden langsung menangkap tunangan Munai dan berusaha untuk menyiksa bahkan membunuhnya. Pada saat genting tersebutlah Munai berkata " Nanti dulu tuan-tuan yang terhormat, saya mohon orang-orang dusun kami jangan disiksa dan dibunuh, silahkan ambil semua yang tuan kehendaki, tetapi jangan kami disakiti". Kemudian Minak Raden berkata lagi "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat, engkau harus bersedia menjadi istriku, aku kaya dan sangat berkuasa".
"Aku bersedia menjadi istrimu, asalkan dilamar secara baik-baik dan diramaikan melalui persedekahan yang meriah". jawab Munai.
Mendengar pernyataan Munai, tunangannya sangat kecewa dan timbul kesan bahwa Munai senang pada lelaki yang banyak istri dan sudah tua. Kemudian ia langsung lari masuk hutan karena kecewa. Melihat kejadian tersebut Munai hanya terdiam.

Kemudian Munai dengan wibawanya memerintahkan orang-ornag dusun untuk menyiapkan keromongan menyambut tamu, memotong kerbau, menghibur tamu-tamu dengan kesenian. Semua remaja dan ibu-ibu rumah tangga diperintahkan untuk bergotong-royong masak nasi, daging kerbau dan lain-lain. Khusus makanan para tamu langsung dimasak sendiri oleh Munai. Ketika makan-makan berlangsung, para tamu dihidangkan makanan yang lezat, karena mereka jarang menikmati mekanan tersebut, mereka makan dengan lahapnya seluruh lauk pauk yang dihidangkan habis dimakan.
Setelah makan dan menikmati hiburan mereka tertidur pulas, sampai keesokkan harinya tidak ada yang terbangun. Kemudian menjelang siang, Thalib Wali orang tua Munai pulang dari dusun seberang setelah diberitahukan oleh tunangan Munai, Thalib Wali memeriksa semua lanun atau bajak laut yang tertidur ternyata semuanya sudah mati, kecuali sang pemimpin Minak Raden karena ia sakti ia pun tidak ikut mati.

Tipu muslihat yang dijalankan Munai memang hebat, khususnya untuk tamu-tamu bajak laut, ternyata lauk pauk daging kerbau ia campur dengan otak gajah yang sudah tersedia dirumahnya, otak gajah ini adalah racun yang dapat membunuh secara perlahan-lahan.
Minak Raden melihat seluruh anak buahnya mati ia merasa tidak berani dan mohon ampun kepada Thalib Wali dan ia diizinkan untuk meninggalkan dusun Talang Gelumbang, langsung masuk hutan dan menghilang.

Akhirnya semua orang memuji kecerdasan dan taktik yang diperankan Munai dan tunangannya sendiri yang semula sakit hati dan kecewa memuji keberanian Munai, akhirnya ratusan mayat bajak laut tersebut dipenggal dan dipisahkan badan, kepala, dan kaki lalu dibuang ke suatu tempat yang terlindung atau menjolok ke dalam (gaung) bernama Suak, karena baunya menyengat, Suak tersebut dinamakan Suak Bangkai di kampung Napal kelurahan Pangkalan Balai Banyuasin Sumatera Selatan.
Untuk mengenang kepahlawanan Munai. Maka nama Munai diabadikan sebagai nama lapangan bola kaki yaitu 'Munai Serumpun' dan beberapa sendra tari yang banyak diperagakan oleh generasi muda sekarang.

Adapted by http://www.wardana-soft.blogspot.com


Read Users' Comments ( 0 )

Asal Usul Pangkalan Balai

Kisah ini menceritakan ada suatu perkampungan yang diberi nama 'Talang Gelumbang'. Penduduk awalnya hanya dihuni tujuh buah rumah oleh beberapa keluarga yang dipimpin oleh tiga tokoh masyarakat yaitu pertama Puyang Beremban Besi seorang pahlawan, penduduk asli yang mempunyai kekuatan kebaal terhadap berbagai senjata tajam, kedua Bujang Merawan selaku pimpinan Pemerintahan, dan ketiga adalah Cahaya Bintang selaku pimpinan adat.

Di antara ketiga tokoh tersebut ada yang berasal dari Cirebon anak Mangkubumi dari kesultanan CCirebon karena kebijaksanaan dan wibawaa mereka, desa kecil itu terus berkembang, satu persatu rumah bertambah, karena banyak daya tarik dari desa ini, akhirnya desa ini menjadi perkampungan yang ramai.


Mata pencaharian penduduk desa ini adalah bercocok tanam dan sebagai nelayan, kehidupan masyarakat desa ini selalu dalam suasana aman dan damai. Sekitar tahun 1600 datanglah seorang yang tak dikenal dengan kapal layar bernama 'Tuan Bangsali', beliau ternyata seorang ulama, beliau menyebarkan agama islam sehingga penduduk baik laki-laki maupun perempuan belajar agama islam.
Tuan Bangsali memilih Thalib Wali sebagai orang kepercayaannya atau orang yang pandai ilmu agama.

Setelah kedatangan Tuan Bangsali desa ini mengalami perkembangan yang pesat, karena kampung ini kecil dan kurang memadai maka pemimpin desa ini memperluas kampung dan memindahkan penduduknya ke seberang yang diberi nama Napal.
Di desa Napal ini mereka membangun perkampungan baru dan banyak rumah kokoh berdiri, kemudian penduduk membangun sebuah Balai Desa yang cukup besar dan sebuah Pangkalan tempat berlabuhnya perahu dagang dan perahu nelayan Pangkalan ini diberi nama Pangkalan Napal atau Pangkalan Bangsali.

Beberapa tahun kemudian Puyang Beremban Besi wafat dan berwasiat agar dimakamkan di hilir dusun (kira-kira dua kilometer dari Boom Berlian) teernyata di tempat makam beliau ditumbuhi nipah kuning. Setelah wafatnya Puyang Beremban Besi kemudian Bujang Merawan dan Cahaya Bintang pun mengundurkan diri karena sudah tua dan sering sakit-sakitan.

Akhirnya kepemimpinan beralih ke tangan Thalib Wali. Kemudian Thalib Wali menunjuk dua orang yaitu Puyang Rantau Pendodo sebagai kepala pemerintahan dan Muning Cana sebagai orang yang gagah berani.

Thalib Wali ini bernama Munai maka orang-orang desa ini memanggil beliau dengan sebutan 'Muning Munai'. Karena perkembangan desa dan keadaan pemerintahan yang kurang memadai, maka Thalib Wali mengambil kebijaksanaan bersama musyawarah rakyat setempat untuk memilih wakil-wakilnya, mereka yang terpilih adalah Ngunang sebagai Rio (kerio) Desa inni untuk pertama kalinya. Kemudian Thalib Wali ditetapkan menjadi khotib yang mengemban tugas agama sebagai pencatat nikah, tolak, dan rujuk, mengurus kelahirran dan kematian serta mengurus persedekahan rakyat.

Beberapa tahun kemudian Tuan Bangsali menilai adda beberapa orang yang pandai ilmu agama islam mereka adalah Thalib Wali dan Dul.
Sedangkan Dul berasal dari Talang Majapani (Lubuk Rengas) dan kedua orang ini diajak pergi haji ke tanah suci Mekkah dengan menggunakan perahu layar. Setahun kemudian mereka yang pergi haji tersebut kembali ke desa ini, yaitu Serumpun Pohon Paojenggih dan Serumpun Pohon Beringin Nyusang.

Dengan ketentuan harus ditanam di dusun, pohon Poejenggih ditanam di sebelah kiri naik dan Pohon Beringin Nyusang ditanam di sebelah kanan naik, sedangkan Dul membawa serumpun Maje, dari tahun ke tahun dusun ini terus mengalami kemajuan dan masih tetap bernama 'Talang Gelumbang' dan pangkalannya masih tetap bernama Pangkalan Bangsali.
Setelah 40 tahun, wafatlah Kerio Ngunang, kerena perkembangan dusun sangat pesat maka dipilih seorang pasira (Depati) oleh Susuhunan Raja-raja Palembang, yang kedudukan di dusun Limau.

Menurut ceritanya, Dusun Limau ini dibuat oleh anak dalam Muara Bengkulu. Rio ayung seorang anak dari Mangku Bumi Kesultanan Majapahit padda waktu Majapahit jatuh kekuasaannya, maka kelima anak dari Mangku Bumi melarikan diri ke Sumatera yaitu yang tertua ke daerah Sung Sang bernama Ratu Senuhun, yang kedua di daerah Limau bernama Rio Bayung, yang ketiga di daerah Betung bernama Rima Demam, dan dua orang wanita di daerh Abad Penungkal (Air Hitam).



Ratu Senuhun pada waktu berlayar perahunya tersangsang (tersangkut) dan tidak bias turun lagi, maka daerah tersebut dinamakan Sung Sang, tetapi sebenarnya adalah Sang-Sang, sedangkan Depati Bang Seman, anaknya yang menjabat sebagai depati, namun istrinya meninggal, maka Depati Buta, karena matanya buta sebelah, tetapi kewibawaannya tinggi dan pergaulannya sangatlah luas, maka orang-orang hormat padanya. Setelah tujuh tahun beliau memegang tampuk pemerintahan, kemudian beliau sakit dan wafat.
Setiap dusun yang ada Rio (kepala desaa) harus mempunyai seorang khotib, yang bertugas mencatat nikah, tolak, rujuk, kematian, kelahiran, dan persedekahan rakyat. Perhubungan laut di Dusun Limau sulit untuk dijangkau maka diambil suatu kebijaksanaan bahwa pemerintahan Stap Pasirah dipindahkan ke Dusun Galang Tinggi. Dusun Galang Tinggi konon ceritanya dibuat oleh si Pahit Lidah, setelah di dusun Galang Tinggi diadakan musyawarah dan hasil musyawarah itu terpilihlah Depati Jebah sebagai depati pertama di dusun Galang Tinggi, lima tahun kemudian Jebah wafat dan digantikan oleh depati Renyab.
Konon kabar di suatu desa yang bernama dusun Galang Tinggi, dusun ini dibuat oleh seorang yang sangat sakti mandraguna karena apa yang diucapkannya akan menjadi misalnya, seekor gajah yang sedang menyeberang laut si Pahit Lidah berucap menjadi batu maka gajah itupun akan berubah menjadi batu dan banyak lagi kejadian-kejadian yang lain. Oleh karena itu, dia dijuluki si Pahit Lidah dan bukti-bukti peristiwa itu masih dapat kita saksikan sampai sekarang. Di dusun Galing Tinggi ini kemudian ada pertarungan untuk memilih depati harus dengan keputusan musyawarah bersama, maka terpilihnya seorang yang bernama mentadi. Mentadi adalah saudara kandung ibu Depati Berdin yang bungsu Thalib Wali bernama Mentadi dipilih menjadi depati.
Setelah lebih kurang empat tahun Mentadi menjadi depati di Tanjung Menang terjadi kemarau panjang selama Sembilan bulan. Pada waktu itu kayu bergesekan maka keluarlah api, pada saat itu pula Mentadi sedang membuat sebuah ladang ketika ia membakar ladangnya untuk dibersihkan ternyata api itupun menyebar luas lalu membakar hutan-hutan dan kampong-kampung kecil sekitarnya ada dua rumah yang di dalamnya ada orang tua yang sedang sakit dan anak berumur dua tahun ikut terbakar dan meninggal dunia.
Karena peristiwa itu maka Depati Mentadi dijatuhi hukuman oleh hakim pada waktu itu, dia dihukum selama tiga tahun penjara dan diberhentikan sebagai depati. Penjara (obak) itu dinamakan Macan Lindung, akan tetapi Mentadi mempunyai sahabat karib yang bernama Marem Bubok dan Jamaer yang nama aslinya Tamsi.
Kedua sahabat Mentadi mengharap pengadilan akan menemani Mentadi selama dalam penjara, pengadilan pun memperbolehkan, akhirnya hukuman Mentadi diputuskan hanya satu tahun berkat bantuan sahabatnya itu. Setelaah Mentadi berhenti dari jabatannya sebagai depati, maka dari hasil musyawarah terpilihlah pak Betiah sebagai depati dan beliau digelari sebagai Depati Bungkuk, saying beliau ini buta huruf dan hanya bisa menjabat depati selama tiga tahun.
Semasa pemerintahan Depati Bungkuk Palembang telah jatuh kepada pemerintah Hindia Belanda. Kemudian Depati Bungkuk berhenti hasil musyawarah terpilih kembali Mentadi sebagai Depati untuk jabatan selama dua puluh tahun. Pada masa kepemimpinan Depati Mentadi pejabat-pejabat pemerintah Hindia Belanda dating ke dusun Tanjung Menang dan menanyakan mengapa nama dusun ini Tanjung Menang dan nama Pangkalannya adalah Pangkalan Bangsali, Depati Mentadi menerangkan bahwa dinamakan Tanjung Menang karena dusun ini telah berhasil memenangkan peperangan melawan Lanun (bajak laut) sedangkan Pangkalan Bangsali karena dibuat oleh Tuan Bangsali sendiri.
Setelah Pemerintah Hindia Belanda mendengar alasan yang dikemukan oleh Depati Mentadi, maka mereka mengadakan musyawarah untuk mengubah nama dusun Tanjung Menang menjadi Pangkalan Bali oleh karena dusun Tanjung Menang mempunyai Balai maka namanya pun diubah menjadi Pangkalan Balai. Pangkalan Balai adalah pelabuhan Balai tempat pertemuan oleh karena itu, Pangkalan Balai mempunyai arti tempat berlabuh yang digunakan untuk pertemuan-pertemuan.
Itulah asal usul nama kota Pangkalan Balai yang terletak di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Banyuasin sejak 2002.

Adapted by http://www.wardana-soft.blogspot.com


Read Users' Comments ( 0 )

Puyang Beremban Besi

Sekitar abad ke 15 di Pangkalan Balai tepatnya di daerah Muara Tambangan (Boom Berlian) terdapat pemukiman yang bernama Talang Gelumbang. Pemukiman ini awalnya hanya terdapat tujuh buah rumah yang berdekatan, penduduk daerah tersebut bernama pencaharian pertanian dan perikanan, penduduknya hidup dengan damai, kemakmuran daerah tersebut terdengar oleh para perampok Selat Malaka mendatangi daerah tersebut untuk mengambil dan merampas harta benda dan menteror masyarakat setempat.

Alkisah tersebutlah seorang tokoh bernama Beremban Besi (Puyang Beremban Besi). Beremban Besi semasa kecil orang tuanya sudah meninggal, dia hidup sebatang kara hidupnya serba kekurangan dia pun sangat tidak terurus, rambutnya dibiarkan gondrong (panjang). Setelah berumur kira-kira tujuh tahun Beremban Besi diasuh oleh kakeknya yang berada di lihir Sungai Banyuasin untuk membantu kakeknya bercocok tanam.
Pada suatu hari cucu sang kakek (Beremban Besi) terjatuh dari ketinggian namun tidak sedikitpun terluka, karena peristiwa itu kakek Beremban Besi mulai sadar bahwa cucunya mempunyai kesaktian yang luar biasa kebal terhadap senjata tajam apapun, melihat itu maka Beremban Besi diajari ilmu bela diri untuk membela kebenaran.

Setelah Beremban Besi beranjak remaja, Beremban Besi melihat ada kapal besar yang menuju ke hulu Sungai Banyuasin, karena baru pertama kali Beremban Besi melihat kapal besar itu, ia pun bercerita pada kakeknya.
Kakek Beremban Besi kaget dan berkata “itu pertanda malapetaka bagi penduduknya”. Beremban Besi diperintahkan kakeknya ke hulu sungai untuk melihat para perampok merampas harta benda dan menyiksa orang namun tidak ada yang berani melawan.

Mengetahui hal itu Beremban Besi berteriak “Hai perampok hentikan kebiadaban kalian”. Namun, para perampok tidak berhenti bahkan semakin menjadi-jadi. Kepala perampok menjawab “Hai anak kecil pergi kau dari sini kalau tidak kau pun akan kubunuh”.

Akan tetapi Beremban Besi tidak menghiraukan bentakan kepala perampok itu sehingga terjadi perkelahian antara para perampok dengan Berembang Besi dalam perkelahian itu tombak, pedang dan senjata tajam para perampok tidak satu pun yang dapat melukai Berembang Besi. Perkelahian terus berlanjut sampai ke daerah hillir Talang Gelumbang (Muara Tambang), karena perkelahian berhari-hari di kawasan pohon nipah mengakibatkan pohon itu daunnya menjadi kuning, sehingga sekarang dikenal dengan Nipah Kuning.

Di Adaptasi dari http://www.wardana-soft.blogspot.com


Read Users' Comments ( 0 )

DUID, B2B MARKETPLACE, MEDIA KEBANGKITAN BISNIS BANGSA

DUID, B2B MARKETPLACE

MEDIA KEBANGKITAN BISNIS BANGSA



Tiga sepuluh

TIga sepuluh ribu.

Silahkan beli.

Mugkin itu sedikit lembaran kecil dari wujud pasar di Indonesia. Kegiatan transaksi sudah kita kenal sejak dulu. Mulai dari barter sampai dengan system transaksi online. Kehidupan pasar merupakan bagian besar dari hidup kita. Kita takkan lepas dari kegiatan bisnis dan transaksi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, di era yang modern ini apakah efisien system pasar seperti yang ada diatas. Di saat aktivitas yang semakin padat, arus perdagangan juga semakin meningkat. Ketidakefisienan inilah yang mendorong kita untuk mencari dan menemukan suatu system yang lebih efisien.

Di tengah arus globalisasi dan waktu adalah segalanya, system yang sangat efisien adalah transaksi online. Transaksi online membuat ruang waktu transaksi semakin tanpa batas.

DUID adalah solusi dari semua masalah transaksi.

Hah DUIT?

Bukan DUIT tapi DUID

Duid adalah B2B Marketplace. B2B Marketplace adalah singkatan dari Business to Business Marketplace. Jadi B2B Marketplace adalah tempat transaksi dagang antara satu perusahaan/produsen dengan perusahaan lain. Transaksi ini berlangsung secara online.

Secara pembagian system marketplace dibagi 2 yakni B2B dan B2C

Keuntungan dari B2B adalah sebagai berikut

  1. Dari segi penjual, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan akses yang mudah ke ribuan calon pengecer dan pemasok yang terdaftar B2B Marketplace. Member yang terdaftar dalam B2B Marketplace sangat beraneka ragam. Hal ini memberikan kesempatan perusahaan untuk mengembangkan bisnis dengan mencari pelanggan baru untuk lebih melebarkan sayapnya. Sudah dapat dipastikan dengan menjadi anggota B2B Marketplace akan meningkatkan bisnis anda secara signifikan.
  2. Dari segi pembeli, pembeli bisa mendapatkan perbandingan harga. Membandingkan produk yang ditawarkan karena banyak perusahaan tergabung dalam jaringan B2B Marketplace ini. B2B Marketplace menyimpan semua katalog produk. Jika kita tertarik dengan salah satu produk, kita hanya perlu menghubungi penjual dari yang sudah tergabung tersebut.
  3. B2B Marketplace sebagai fasilitator dalam proses penjualan. Fasilitasnya seperti kutipan, negosiasi, pembayaran dan pencarian transportasi. Hal ini tentu akan mengurangi biaya produksi karena proses tersebut dilakukan secara elektronik melalui internet. Waktu penjualan pun akan menjadi lebih cepat. Secara ekonomis, kita mendapatkan suatu kesimpulan, BIAYA PRODUKSI BERKURANG DAN WAKTU PENJUALAN EFISIEN.
  4. Pembelian dalam KUANTITAS BESAR. Hal ini dikarenakan pembeli B2B Marketplace adalah supplier atau pedagang grosir. Otomatis barang yang dibeli pasti dalam jumlah besar.

DUID adalah suatu komunitas virtua bisnis modern yang saling menghubungkan bisnis local yang ada di Indonesia. DUID ibarat sebuah search engine yang menghimpun semua direktori bisni di Indonesia dalam satu jaringan. Kita hanya perlu meng-klik tombol SEARCH untuk mendapatkan apa yang kita inginkan

Ada dua fitur unggulan DUID yaitu Secure Buyer and Supplier (audit) dan Online push marketing (tagging).

Masih kurang dengan semua keuntungan diatas?

Tenang, masih ada lagi….

  1. FREE PENDAFTARAN. Pendaftaran produk dan perusahaan gratis. Semua fitur yang ditawarkan seperti edit profil, manajemen produk, hingga transaksi akan kamu dapatkan setelah kamu mendaftar secara gratis.
  2. SECURE. Perkumpulan Supplier yang Lebih Aman dan Terpercaya. Tentunya DUID sudah melakukan proses audit jadi DUID menjamin Secure Buyer and Supplier (audit) .
  3. TAGGING FITUR. Fitur tagging pada Online push marketing sehingga setiap supplier bisa melalui Online push marketing. Push marketing sendiri berarti menggunakan jalur distribusi untuk melakukan penjualan produk ke outlet-outlet penjualan.
  4. SEARCH NOW. Ayo temukan Perusahaan Anda di Search Engine seperti Google dan Yahoo. Perusahaan kamu bisa cepat terkenal dan diakses dari semua penjuru dunia.
  5. IKLAN NONSTOP. Iklan ke seluruh dunia setiap saat tanpa henti. Kita tidak perlu repot-repot untuk promosi kesana kemari. Karena DUID telah secara otomoatis melakukan promosi.
  6. UP NOW. Usaha kita meningkat dan terus meningkat.
  7. AKTUAL. Dapatkan data teraktual tentang trend dan keadaan pasar.


FITUR DUID

Ada 2 layanan yang ditawrkan oleh DUID

  1. Layanan Gratis. Layanan ini bersifat terbatas. Layanan yang anda dapat adalah
    • Mencari produk,
    • Membuat dan melihat permintaan pembelian,
    • Produk ditampilkan
    • Melihat wishlist dan most popular search
  2. Layanan Premium. Hanya bisa anda pergunakan setelah meng-upgrade status keanggotaannya dari Gratis ke Premium dan tentunya menyelesaikan urusan administrasi. Keuntungan yang anda bisa dapat adalah
    • Produk/perusahaan anda ada di urutan teratas
    • Alamat link profil anda ditampilkan menggunakan nama perusahaan, contoh: www.duid.co.id/nama_perusahaan/ dan menggunakan premium desain
    • Anda bisa melihat produk yang paling banyak dibeli member DUID

HOW TO BUY




HOW TO SELL

Kini transaksi sangat mudah. Semudah anda mengklik mouse di depan layar monitor. Transaksi anda berada di ujung jari telunjuk anda. Jadi tunggu apalagi, segeralah bergabung B2B Marketplace.

Usaha anda berkembang pesat

Taraf Hidup pun meningkat




Read Users' Comments ( 0 )